| Buletin Gaul Islam |
| 21 Januari 2010 - 09:50 |
| gaulislam edisi 114/tahun ke-3 (11 Muharram 1431 H/28 Desember 2009) |
Henry Fordf, Sr, dalam The Internasional Jew: The Wolrd Foremost Problem, berkomentar: “Kita tidak sekadar memberikan pengaruh yang menentukan dalam sistem politik yang kita kehendaki serta kontrol terhadap pemerintah; kita juga melakukan kontrol terhadap alam pikiran dan jiwa anak-anak mereka.” Kita sering menyaksikan berita seputar infotainment, misalnya: Luna Maya balik lagi ke Ariel, Nycta Gina lagi jengkel, Pasha Ungu aniaya istri, sampe si fulanah kejepit pintu, dan si fulan ketabrak becak dan lain-lain dan sebagainya. Wuah, kejepit pintu ama ketabrak becak aja bisa jadi berita? Nah, itu dia. Berhubung selebriti ini termasuk orbek, maka kejadian or peristiwa yang menurut kita nggak layak jadi berita, malah bisa diekspos dan jadi duit buat pengusaha media. Sama halnya kalo misalnya Presiden Amrik Barack Obama kepalanya ketiban papan penggilasan, itu bakal jadi berita besar. Apalagi diliput CNN, bisa geger seluruh dunia. Berita kecil apapun tentang mereka acapkali menjadi heboh. Dalam bahasa jurnalistik dikenal pameo: name makes news. Coba kamu perhatiin deh, berapa banyak majalah or tabloid yang memuat berita tentang para selebritis? Juga, amati ada berapa program acara televisi yang menayangkan seputar sisi kehidupan mereka. Ambil contoh tayangan infotainment yang pernah dan sedang tayang. Semuanya senantiasa hadir terdepan dalam menguliti kehidupan kaum seleb sampe ke yang remeh-temehnya, semua televisi punya prog ram tersebut. Malah 'gokilnya' beberapa acara tersebut diputer ulang menjelang shubuh. Beuh! Bro en Sis, sejak lama acara infotainment itu bikin bete. Sebenarnya kalo dikatakan para seleb butuh infotainment nggak juga sih. Buktinya mereka banyak juga yang nggak suka kalo diusik terus masalah pribadinya. Kasus terbaru Luna Maya yang ngungkapin kekesalannya kepada infotaiment di akun twitter miliknya dengan pernyataan yang cukup kasar bikin geger dunia hiburan, khususnya pihak pengusaha dan pekerja infotainment. Luna bukan yang pertama, dulu ada Parto yang sempat menembakkan pistol ke udara untuk mengusir kerumunan pekerja infotainment yang terus memberondongnya dengan pertanyaan seputar masalah pribadinya. Nicky Astria juga pernah marah-marah ketika pekerja infotainment terus menguntitnya untuk mencari tahu masalah perceraiannya. Namun anehnya, banyak juga lho masyarakat yang doyan nonton acara infotainment. Padahal, beritanya nggak menarik-menarik amat gitu lho. Ambil contoh, misalnya tentang seleb yang ulang tahun, koleksi sepatunya, atau bagaimana menikmati liburannya. Coba kalo kita yang begitu, nggak bakalan masuk berita. Tapi, karena mereka orbek, maka hal kecil tetap aja menarik di mata media. Juga di matamu. Jiahahah...! Tontonan miskin manfaat Dengan begitu, khusus masalah berita seputar selebritis, maka berita yang disampaikan adalah untuk memberikan gambaran bahwa beginilah dunia kaum seleb. Tapi sayangnya, nggak dibarengi dengan penilaian yang objektif dan memberikan bimbingan. Ya, berita itu dibiarkan meluncur dan pembaca atau penonton sendirilah yang kudu menyimpulkan. Wuah, bahaya besar nih namanya. Bro en Sis, kita tahu sama tahu deh, bahwa berita kayak begituan itu hanya ngabisin secara sia-sia jatah energi kita untuk mikirin masalah lainnya. Tanpa maksud memvonis teman remaja, yang itu berarti kamu termasuk di dalamnya, saya mencoba memberikan fakta bahwa remaja sekarang kebanyakan lebih memilih menjalani kehidupan ini dengan nyantai. Ini memang disebabkan karena pengaruh lingkungan juga tuh. Walhasil, dalam hidup ini kita jadi orang yang dimanja dengan model kehidupan yang “adem ayem”. Pagi-pagi, saat bangun tidur, ada teman remaja yang langsung menyalakan radio dan dengerin musik pagi, karena kebetulan doi termasuk remaja yang malas bangun shubuh. Padahal biasanya kalo shubuh acara radio maupun televisi berkaitan dengan persoalan agama. Ketika berangkat sekolah, teman-teman di sana udah ngerumpi tentang film, sinetron, selebritis, bintang NBA, juga pahlawan-pahlawan di EPL atau ISL, misalnya. Bacaan yang dipelototi bukan lagi pelajaran kimia, matematika, biologi, bahasa dan lainnya, tapi yang dibaca adalah majalah remaja yang mengupas abis tren, gaya, dan gosip selebriti lokal maupun mancanegara. Siang sampe sore hari, televisi sudah siap dengan acara infotainment dan itu mesti ada hubungannya dengan kaum selebriti. Membius akal sehat Inilah pertarungan budaya yang memaksa kita jadi korbannya. Kita menerima dan menyukai karena banyak tersedia. Bukan karena kita butuh. Tayangan televisi banyak yang kental banget dengan budaya pop. Kamu tahu budaya pop? Kata orang pinter, budaya pop adalah budaya yang ringan, menye nangkan, trendi, dan cepat ber ganti. Kritikus Lorraine Gam man dan Marga ret Marshment, keduanya pe nyunting buku "The Female Gaze: Women as Viewers of Popu lar Culture (1998)", berse pakat bah wa bu daya popu ler adalah sebu ah medan pergu latan ketika me ngemukakan bah wa tidaklah cu kup bagi kita untuk semata-mata menilai bu daya populer se bagai alat kapi talisme dan pat riarki yang menciptakan kesadaran palsu di kalangan banyak orang. Bagi mereka, budaya populer juga tempat dipertarungkannya makna dan digugat nya ideologi dominan. Hmm.. waspadalah! Celakanya, dalam pertarungan tersebut, siapa pun bisa terlibat dalam lingkarannya. Termasuk tentunya remaja. Perang ideologi nggak bisa dihindarkan lagi sobat, alias kudu pasti terjadi benturan. Lucunya, acapkali kita, kalangan remaja, udah merasa down duluan dari pada harus bertarung melawan budaya terse but. Halah, ini untuk tidak mengatakan kalo remaja biasanya pura-pura tidak tahu apa-apa, dan lebih memilih “terbawa” arus budaya yang lebih kuat. Parahnya lagi, seperti diakui banyak pengamat, bahwa budaya populer yang sekarang lagi ngetren bergerak amat cepat. Saking cepatnya, sampe tanpa sadar kita dipaksa patuh dengan logic of capital, logika proses produksi, yakni hal-hal yang dangkal dan cepat ditangkap yang cepat laku. Inilah yang sering dijuluki sebagai instans culture. Para pengusaha televisi juga kayaknya doyan menyihir pemirsa. Demi mengeruk banyak uang, mereka rela meracuni anak bangsa. Kita benar-benar dibius dengan tayangan murahan seperti itu. Akibatnya, jangan kaget kalo ada pemirsa yang akhirnya bertindak nekat karena merasa benar dengan apa yang ditayangkan televisi. Inilah kalo dalam bahasa komunikasi ada sebuah efek yang namanya efek spiral kebisuan. Artinya kalo info itu salah sekalipun, tapi ditayangkan berulang-ulang bisa berubah jadi ‘benar’, lho. Apalagi nggak ada tayangan tanding an nya. Udah deh,wassalam itu mah. Ckckck... Itu sebabnya, pakar komunikasi seperti Mc.Luhan, yang juga penulis buku Understanding Media: The Extensive of Man, menyebutkan bahwa media massa adalah perpanjangan alat indera kita. Yup, dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang ditampilkan media massa adalah realitas yang sudah diseleksi. Televisi memilih tokoh-tokoh tertentu untuk ditampilkan dan mengesampingkan tokoh yang lainnya. Surat kabar pun, melalui proses yang disebut “gatekeeping” lebih banyak menyajikan berbagai berita tentang “darah dan dada” (blood and breast) dari pada tentang contoh dan teladan. Itu sebabnya, kita nggak bisa, atau bahkan nggak sempat untuk mengecek peristiwa-peristiwa yang disajikan media. Boleh dibilang, kita cenderung memperoleh informasi tersebut semata-mata berdasarkan pada apa yang dilaporkan media massa. Bener-bener membius akal sehat! Bikin malas Kondisi saat ini bagaimana? Walah, berita-berita seputar kehidupan selebritis malah mengalahkan berita yang lainnya. Di hampir semua stasiun televisi swasta, ada acara infotaiment. Di majalah remaja, tabloid remaja, berita soal seleb juga hadir dalam kemasan yang eksklusif. Duh, bener-bener kita digempur dari sana-sini. Nyadar ngapa? Sebab, Allah Swt. telah membimbing kita untuk memberdayakan otak kita dengan hal-hal yang benar dan baik. Sebagai contoh, firmanNya (yang artinya): Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS al-‘Alaq [96]: 1-5) Penjelasan ayat ini mengajak kita untuk memaksimalkan peran otak untuk mendukung akal dalam berpikir. Jadi, mulai saat ini, bersikaplah bijak. Tontonan dan bacaan seputar kehidupan selebritis, mulai sekarang sedikit demi sedikit dikurangi, dan lebih banyak menyantap berita-berita yang erat hubungannya dengan masalah kehidupan kaum muslimin. Oke deh, sekarang saya mau tanya—khususnya kepada kamu yang doyan dan getol mengikuti liku kehidupan kalangan seleb, apa sih yang selama ini kamu dapatkan? Terus aplikasinya ke mana? Kerasa nggak manfaatnya? Bandingkan bila kamu membaca tulisan atau menonton tayangan yang berguna; misal berita tentang korban perang, kabar tentang masa depan politik suatu negara, bagaimana sepak terjang Amrik dalam mengobok-ngobok dunia ketiga (baca: negeri-negeri Islam). Siapa tahu setelah membaca berita model begitu, kamu bisa marah, kamu bisa terharu, dan kamu pun bisa berbagi suka dan duka. Bukan tak mungkin bila kemudian dirimu tergerak untuk memikirkan dan menolong mereka. Hebat bukan? Dan itu jelas manfaatnya. Otak kita pun dilatih untuk berpikir serius alias tidak nyantai. Beda banget dengan menyantap berita soal selebritis, itu berita ringan dan miskin manfaat. Ya, kalo pun kudu baca, anggaplah buat selingan aja, bukan pokok. Tapi celakanya, sekarang kan nggak begitu. Banyak teman remaja yang justru menjadikan berita tentang selebriti sebagai menu utama dalam bacaan dan tontonannya. Walah, celaka dua belas ini mah! Boys and gals, kalo kita perhatiin, di balik gencarnya berita tentang selebritis ini, paling nggak kita melihat tiga bahaya besar yang mengancam. Pertama, menuntun pambaca dan penonton menuju kejumudan berpikir. Kedua, memalingkan pembaca dan penonton dari masalah yang seharusnya mendapat perhatian lebih. Ketiga, menyuburkan tradisi ghibah. Akhirnya, memang kudu ada sikap tegas juga dari bapak-bapak pejabat kita di atas dalam bertindak. Kalo nggak, jajanan baru ini akan bikin generasi masa depan kita buram, jumud, malas, dan nggak produktif. Hih, syerem! [solihin: osolihin@gaulislam.com | http://osolihin.com] |
Menjalin Ukhuwah Demi Kemaslahatan Ummat
Kamis, 06 Mei 2010
Infotainment, Selebriti, dan Pemirsa
Menjadi Bunda Keren
| Buletin Gaul Islam |
| 21 Januari 2010 - 09:48 |
| Menjadi Bunda Keren |
| gaulislam edisi 113/tahun ke-3 (4 Muharram 1431 H/21 Desember 2009) |
Kebayang nggak sih kalo diri kita bakal jadi ibu? Jadi bundanya anak-anak? Wew.. married aja belum, masa’ udah mikir gimana jadi ibu sih? Kayaknya masih jaooooh banget. Uppss.. soal ‘masih blum married en masih jauh’ cukup simpen dalam ati dulu ye. Coz, ibarat kata peribahasa, kudu dicatet nih tentang ‘sedia payung dan jas hujan sebelum hujan tiba’. Gimana pun juga, sebagai muslimah insya Allah kamu bakal menyandang status S3 (baca: estree alias istri, hehe—maksain nggak ya?), dan kemungkinan besar bakal menjadi seorang ibu. Nah, kalo sedari sekarang kamu nggak juga nyadar masalah menjadi istri en ibu, kayaknya bakal ada satu kata terlontar yaitu: ‘penyesalan’. Gimana nggak nyesel? “Aduh, tahu jadi istri tuh kayak gini (gini gimana ya ?), nyesel gue nggak belajar dari dulu-dulu”(..ciee). “Waduh, tahu begini jadi ibu, nyesel gue nggak training ama nyokap, padahal nyokap sering nyuruh gue masak tapi gue sering kabur!” Wah, nyesel, kan? Nyesel, kan? Nah, nyesel emang nggak di awal, pasti di akhir terus. Apalagi di jaman globalisasi, jadi bunda keren tuh sebenernya tantangan berat! Jadi bagi kamu yang suka tantangan, yuk jadi bunda! (lho kok? Iya, maksudnya mengenal apa aja sih konsekuensi jadi bunda, gitu lho) Jadi bunda keren, siapa takut? Sis, kamu tahu sendiri kan gimana kondisi sekarang? Yup, anak-anak yang nggak tahu apa-apa malah diajarin hal-hal yang sebenarnya nggak sesuai dengan umur mereka. Contohnya aja nih, misal ngeliat anak yang balita udah punya banyak temen, termasuk temen yang lawan jenis. Eh, kita yang tua nih malah ngeledekin kalo mereka ‘pacaran’. Manalah ngerti anak kecil ama pacaran cuma karena mereka lagi asik ta’awun (kerja sama) sewaktu bermain. Kadung para ortu udah ngajarin kayak gitu. Jadinya melekatlah stempel ‘pacaran’ buat anak-anak yang ada kecenderungan/akrab ama lawan jenisnya. Nggak heran akhirnya anak-anak sekarang jadi cepet dewasa. Sebenarnya ya memang nggak dilarang untuk berteman dengan lawan jenis, tapi kan memang ada rambu-rambunya dalam Islam. Ini kudu disiapin sampe mereka berada di tahap akil balig. Belum lagi bahaya serangan melalui hiburan, mulai acara tivi, film, bahkan games. Bukan berarti anak kemudian nggak boleh nonton tivi, dilarang nonton film juga terlarang maen games. Nggak lah. Tapi berdasar tulisan ‘di pojok kiri atas’ di layar televisi pas acara tertentu itu tuh: Bimbingan Orang Tua alias Parental Guide bener-bener kudu dijaga. Jangan mentang-mentang dikasih tivi en games dan anak-anak jadi anteng alias diem, lalu alat-alat elektronik itu jadi baby sitter buat mereka. Waduh, bisa diliat, tanpa bimbingan ortu akhirnya anak-anak justru nonton film dan maen games yang nggak sesuai dengan umur mereka. Film dan games sendiri ada klasifikasi khusus tuh sebenernya. Ada label PG (parental guide), Teens (remaja), Adult (dewasa) atau dengan label berdasarkan umur. Misalnya 13 + (untuk remaja), 18 + (untuk dewasa), gitu. Maka, kalo jadi bunda nggak bisa sembarangan kan? Yang aneh lagi nih di kalangan para bunda, berlomba-lomba nyekolahin anak di SD di usia yang dini. Ampe ngibul tahun lahir buat ngurus akta kelahiran demi diterima di SD. Standarnya, kalo udah bisa membaca, berhitung en menulis di usia balita, udah keren banget! Padahal pada usia segitu sebenernya belum saatnya otak diforsir. Sebab, masa anak-anak adalah masa bermain. Dia belajar melalui hal-hal yang bikin dia exciting, menyenangkan, fun. Jadi nggak selalu kudu duduk rapi di belakang meja. Menurut gue sih, anak yang pinter di masa balita, dia berani berteman dengan siapa aja, berlaku sopan alias berakhlakul karimah baik, kepada ortu, orang-orang dewasa lainnya juga kepada sesama temannya, dia bisa bercerita apapun kegiatan dia kepada orang-orang di sekitarnya. Juga bisa dilatih mandiri, mulai makan nggak disuapin, mandi nggak dimandiin, pake baju-celana-kaos kaki-sepatu semuanya sendiri. Jangan lupa juga, anak kudu diajarin ketaatan beribadah sedini mungkin. Keren banget tuh kalo anak ampe negur en ngajakin ayah-bundanya untuk shalat. (pengalaman euy ditegur ma anak sendiri, keasikan nonton film Korea yang menjelang maghrib itu .. hehehe, jadi maluuuw sayah…) Itu baru pas balita. Gimana kalo anak udah memasuki masa remaja alias ABG, sampe dia transisi menuju dewasa. Semakin deras bahaya yang mengancam tuh. Mulai dari seks bebas, pergaulan bebas, drugs, miras, sampe dengan gabungnya anak-anak ke komunitas mereka. Misalnya, bikin band, gank, bahkan sampai partai atau ormas tertentu. Para bunda kudu ngerti hal ini. Maybe, fenomena sekarang akan berbeda dengan masa depan. Tapi selama kapitalisme dan sosialisme masih bercokol dalam benak para penganutnya dan bahkan masih eksis dalam kehidupan, maka kemungkinan besar korbannya adalah generasi berikutnya. Termasuk anak-anak kita di dalamnya. Na’udzubillah min dzalik. Jadi kudu siap dengan hal yang terburuk yang bakal dihadapi. Waspadalah! Kita nggak mau kan kalo anak-anak kita terlibat hal-hal yang nggak baik? Jadi kita kudu waspada dan bisa ngejelasin kepada mereka gimana seharusnya mereka menghadapi kehidupan ini. Apalagi mereka udah dewasa dan artinya udah harus ketemu ama jati diri mereka. Jati diri sebagai hamba Allah Swt.. Anak-anal kudu ngeh tentang dirinya: dari mana awal kehidupan, gimana menjalani kehidupan dan kemana setelah kehidupan berakhir. Dan, tentunya mereka harus dibimbing untuk menemukan jawaban yang benar, yakni sesuai tuntunan Islam. Jadi, jangan khawatir kalo kemudian anak-anak memilih komunitas atau gerakan yang memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam. Terus, mereka jadi sering sibuk dengan aktivitas mengkaji Islam dan dakwah. Justru kita sebagai ortu kudu memotivasi agar mereka giat berdakwah dan istiqomah bersama Islam. Tapi jangan lupa juga menegur kalo mereka mulai melenceng dari ajaran Islam. Misalnya, cuma bangga aja punya ilmu, tapi miskin aplikasi. Karena apa? Karena Islam itu teori sekaligus praktik, gitu lho. Jadi, nggak bisa diambil teorinya aja sebagai ilmu pengetahuan, bukan pengamalan. Ok? Gue kok heran ya, masa’ sih ada banyak bunda yang sampe hari ini malah malu kalo anak-anaknya nggak pacaran. Para ibu justru bangga kalo anak-anaknya pacaran (idih, aneh ya?). Mereka juga malah ngelarang anak ceweknya pake jilbab dengan alasan nggak modis, ngahalang-halangin anaknya mengkaji Islam dan berdakwah dengan alasan takut terlibat terorisme..Ampun deh! Jangan ampe jadi bundo yang durhako kepada anak. Emang Malin Kundang aja yang jadi anak durhaka? Ckckckck. Jadi gimana? Ayo, siapa takut jadi bunda! Ini tantangan paling keren buat kamu, girls! Kita kudu belajar gimana kehidupan berumahtangga. Hal ini bisa didapetin dengan ikut training pra-nikah yang islami. Belajar gimana jadi ortu, bisa ikutan training parenting islami. Kudu bisa juga nyediain makanan en minuman yang halal dan thayib/sehat, maka ikut aja demo masak yang masakannya dijamin halal en sehat. Kalo kudu tahu ngobatin penyakit secara alami, bisa tuh ikutan training pengobatan dengan bahan-bahan herbal. Selain itu, jangan dikira jadi bunda tuh buta politik. Sebab, politik itu kan riayah syu’unil ummah alias ngurusin segala urusan rakyat. So, dengan jadi seorang bunda yang melek politik, pastinya bakal memberikan kontribusi yang keren demi bangkit dan kembalinya peradaban Islam. BTW, apa sih parameter or yang jadi ukuran seorang wanita menjadi bunda yang keren? Apakah si bunda bisa menghasilkan uang yang banyak? Atau, begitu anak-anaknya gede terus mereka pada jadi ‘orang’ (entah pejabat, seleb, alim ulama, artis)? Atau sukses dalam karir dan mampu mempertahankan kehidupan rumah tangga sampai akhir hayat? Jiah… gimana pun juga jangan terpancing dengan parameter buatan manusia. Mengapa? Karena bunda yang keren sebenernya adalah bunda yang mampu mencetak anak-anaknya supaya berkualitas tapi dengan metode perspektif Islam (ciee bahasanya euy!). Maksudnya, mendidik anak secara islami dan menjaga agar rumah tangga tetep islami, gitu loh. So, jangan sembarang juga yah entar kalo milih suami. Kalo partner hidup kita juga nggak beres.. mau dibawa kemana tuh rumah tangga en anak-anak? Terus, emang anak-anak yang berkualitas kayak gimana sih? Of course, tentu yang kuat akidah Islamnya, terbentuk kepribadian Islam yang keren (baik pemikiran/aqliyah maupun kejiwaan/nafsiyah secara islami). Kerennya kepribadian Islam sebenernya bertumpu pada kekuatan akidah Islam. Sebab, sumber dari perbuatan adalah pemikiran/pemahaman dengan landasan Iman. Jadi kalo iman nggak kuat, wajar perbuatan seseorang jadi error. Bahkan terjadisplit personality, karena yang diomong nggak sesuai ama yang dilakukan. Kacawww dweeeh… Nggak mau kan anaknya jadi kacau? Nah, artinya sebagai calon bunda keren, kita harus berbenah dulu neh dalam masalah akidah. Jangan lupa, ilmu syariah juga kudu dipelajari. Coz, itu wajib banget buat solusi kehidupan. Kalo nggak ngerti syariah, gimana mau ngedidik diri dan anak-anak untuk paham Islam? Ya, kan? Jadi? Ayo, para calon istri en calon bunda keren! Ngaji yuk ngaji! Nggak mengkaji Islam bakal nyesel seumur idup! Dan, perubahan itu nggak akan terjadi kalo kita semua cuma berleha-leha dalam kemalasan apalagi terbiasa jadi remaja yang manja. Interospeksi diri yuk! 3S: Smart, Syar’idan Solehah Bahkan, para bunda kudu nge-upgrade pengetahuannya setiap saat. Nggak asik dong saat anak minta ajarin pelajaran dari sekolah ternyata bunda nggak bisa bantu. Berhubung mata pelajaran yang sekarang diajarin ke anak-anak udah beda jauh ama yang dipelajari bunda waktu SD dulu. Apalagi kalo bunda ampe gaptek ama internet or games. Penting loh buat bikin firewall or blokir situs-situs yang nggak baik untuk diakses ama anak-anak. Selain itu, jangan lupa, kalo bunda nggak punya ilmu Islam gimana mo ngedidik anaknya supaya pinter Islam? Kalo bunda nguasain pengetahuan tentang anak-anak dan berempati penuh, dijamin bunda bakal diterima sebagai sahabat mereka. Karena bisa ngasih advice, motivasi, bahkan larangan tanpa bikin mereka jengkel kalo ada hal-hal yang membahayakan bagi mereka. Insya Allah anak bakal ce-es ama kita! Keren juga tuh kalo anak-anak juga diajak ke tempat-tempat kita rutin beraktivitas. Jadi dia bisa lihat dan ngerti apa aja yang dikerjakan oleh sang bunda. Bunda keren yang syar’i dan solehah arrtinya bunda menjadikan Islam sebagai solusi kehidupan. Dia ngajarin anak-anaknya nggak sebatas ibadah mahdhoh dan akhlakul karimah doang. Tapi juga mentransfer ide-ide Islam kepada anak-anaknya. Plus jadi contoh bagi mereka. Kan aneh nyuruh anak shalat, tapi bunda nggak shalat. Nyuruh anak belajar baca al-Quran, tapi bunda nggak bisa baca al-Quran. Nyuruh anak berakhlakul karimah, tapi bunda suka berkata-kata kasar, jorok, berbohong bahkan sampe ngebentak-bentak di depan anak-anaknya. Nyuruh anaknya berjilbab, tapi bundanya malah seneng dandanan yang minimalis abis kalo ke luar rumah!Ckckck.. Wuaduh, kacau tenan itu! Apalagi anak-anak dibiarin mencerna ide-ide yang bertentangan dengan Islam. Mulai dari pluralism beragama, liberalisme, dll. Hingga akhirnya tanpa disadari mereka jadi ‘korban’ sekulerisme. Na’udzubillah min dzalik. Akhirnya… Cuekin aja kalo ada yang bilang kita jadi berubah dan sok dewasa. Toh, kita pengen generasi berikutnya—yang di dalamnya bisa jadi adalah anak-anak kita, nggak terjebak dalam aturan kapitalisme yang berakidah sekuler dan sosialisme. Jadi, ya kitanya juga wajib dong berusaha jadi bunda keren yang berkualitas. Bukannya jadi bunda yang agendanya dipenuhi dengan aktivitas nggak penting, apalagi sampe melalaikan anak-anak dan rumah tangga. Selain kita berusaha membenahi diri kita sendiri, sebenernya pemerintah juga punya andil penting buat kita dan generasi berikutnya. Sampe sekarang tuh nggak ada sama sekali kurikulum khusus buat mencetak jadi bunda keren yang smart, syar’i dan solehah. Yang ada malah semacam training buat calon pasutri. Itu pun supaya demi menekan angka perceraian yang sekarang konon semakin meningkat tajam akibat kasus krisis ekonomi dan perselingkuhan (wuaduh!), juga demi menekan angka kelahiran. Telat banget ya? So, don’t give up, Girls! Coz, Islam dan syariahnya adalah solusinya! Inget tuh, pengen anak berkualitas? Bunda juga kudu berkualitas plus negara juga wajib berkualitas yaitu dengan nerapin Islam dab syariatnya secara kaffah ! [anindita:coffee.prince70@yahoo.co.id] |
Minggu, 20 September 2009
bismillahirrohmanirrohiim
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini Kemenangan akan kita gapai Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT Kami sekeluarga FKI ISMA FK UMM 2009/2010 menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin
Jumat, 21 Agustus 2009
MARHABAN YA RAMADHAN
Selamat datang bulan suci Ramadhan. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan. Bulan peperangan berat melawan musuh terberat manusia – hawa nafsu.
Semoga kita semua menjadi pemenang dalam peperangan ini. Diterima segala amal ibadah kita dan dihapuskan segala dosa dan kesalahan. Kembali ke fitrah sebagai manusia khalifah di muka bumi.
Saya dan keluarga memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan khilaf, lisan maupun tulisan, disengaja ataupun tidak. Insya Allah kami juga sudah memaafkan segala ganjalan, berat hati dan kesalahan yang dilakukan kepada kami. Mudah-mudahan kita semua memasuki bulan Ramadhan ini dengan hati bersih, lapang dan ikhlas.
Marhaban ya Ramadhan
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1430 H
Aa Hendra -Awan – Dian – Naufal
Minggu, 19 Juli 2009
IMMEDICAL: Islamic Meeting and Medical Social of East Area FULDFK
PEMBERITAHUAN pada rekan2 semuanya....
Bahwa DEW 5 ngadain acara....yaitu..."musykerwil"...
IMMEDICAL: Islamic Meeting and Medical Social of East Area FULDFK
MULIA DENGAN ILMU, KOKOH DENGAN UKHUWAH, BERSINERGI MENUJU PROFESIONALITAS DAKWAH
pada tgl 24-26 Juli 2009 di Malang.
Mohon teman2 dari DEW 5 segera registrasi scepatnya ya....
DAN INFO INI AGAR DIBERITAHUKAN PADA TEMAN2 YANG LAIN.
bisa langsung konfirm ke ketua pelaksananya.... akh. Syarqawi UNISMA. (085233122540)
Powered by:
LPIS FK-UNISMA
FKI FK-UMM
LKI FK-UB
IOM (IKatan Orangtua Mahasiswa)
http://medicalzone.org/fuldfk/viewtopic.php?p=30730
Rabu, 08 Juli 2009
IMSF II 2009Islamic Medical Science Festival II 2009

"Integrity Of Islam Idea In Progress Of Medical World"
FK Univ.Baiturrahmah
23-26 Oktober 2009
Assalamu'alaikum.wr.wb Alhamdulillah kepanitiaan IMSF II tahun 2009 kembali dilaksanakan di Ranah Minang di Univ.Baiturahmah Padang setelah 2 tahun lalu juga digelar ARTERI di Univ.Andalas Padang.
Mempersembahkan :
A. IMSF
1. KARYA TULIS ILMIAH
”Disclose God’s Secret In Islamic Medical World”Kategori : bidang kedokteran berdasarkan Al-Quran dan As-sunah.
Persyaratan :
-Peserta lomba KTI adalah mahasiswa klinikdan preklinik muslim fakultas kedokteran dari universitas asal yang masih terdaftar sebagai mahasiswa.
-Peserta dapat perorangan atau bekelompok, maksimal 3 orang.
-Peserta yang telah mengikuti LKTI pada tingkat nasional yang pernah digelar, diperbolehkan untuk mengikuti lomba KTI ini.
-Karya tulis ilmiah ini bersifat orisinil atau belum pernah dipersentasikan selain di dalam lomba ini.Peserta hanya boleh mengikuti satu jenis lomba dalam rangkaian acara IMSF ini.
-KTI paling lambat diterima panitia lomba pada tanggal 10 September 2009
-Peserta KTI IMSF 2009 yang telah mengirimkan makalah akan dipilih menjadi 10 finalis dan diundang presentasi
-Ketentuan : Objektif = logis = sistematis = bukan hasil penelitian eksperimental = merupakan isu terkini.
Contact person :
Sumarta Rizal : 085263455775
Amal Hayati : 085274270700
Aisyah : 085250382062
2. CERPEN
“ The Generation Of Ibnu Sina “
Pendaftaran dimulai tanggal 20 Juni 2009
Paling lambat 10 September 2009
Ketentuan :
-Peserta lomba cepen adalah mahasiswa klinik dan preklinik muslim fakultas kedokteran dari universitas asal yang masih terdaftar sebagai mahasiswa.
-Peserta lomba bersifat tunggal atau individual.
-Naskah merupakan karya asli dan belum pernah di publikasikan serta diikutsertakan dalam acara lomba lainnya.
-Pemenang I,II,III, lomba cerpen IMSF akan diundang untuk mengambil hadiah yang telah di sediakan panitia.
Contact person :
Lusiana : 085274538329
Sari wardeni : 085271249958
3. Surat cinta untuk MenKes
Pendaftaran dimulai tanggal 20 Juni 2009
Paling lambat 10 September 2009
Ketentuan :
-Tema bebasPeserta lomba adalah mahasiswa klinik dan preklinik muslim fakultas kedokteran dari universitas asal yang masih terdaftar sebagai mahasiswa.
-Peserta lomba bersifat tunggal atau individual.
-Naskah merupakan karya asli dan belum pernah di publikasikan serta diikutsertakan dalam acara lomba lainnya.
-Pemenang I,II,III, lomba Surat cinta MenKes IMSF akan diundang untuk membacakan hasil karyanya dan mengambil hadiah yang telah di sediakan panitia.
Contact person :
Zakki : 081253877269
jusliani : 085263483844
4. POSTER
"The generation of Ibnu sina"
Pendaftaran di mulai tanggal 20 juni 2009,
paling lambat 10 September 2009
Ketentuan:
-Peserta lomba poster adalah mahasiswa klinik dan preklinik muslim fakultas kedokteran dari universitas asal yang masih terdaftar sebagai mahasiswa.
-Peserta lomba bersifat tunggal atau individual
-Poster harus memenuhi kriteria di bawah ini :
Visible (mudah dilihat )
Interesting (menarik)
Structured (terstruktur)
Usefull (berguna, informatif)
Accurate (teliti)
Legitimate (mengikuti persyaratan)
Simple (sederhana)
-Ukuran poster : A2
-Desain poster menggunakan cetak digital, menggunakan software yang sudah umum (seperti Corel Draw, Photoshop, atau yang lainnya) atau dapat pula digambar manual menggunakan krayon, spidol, atau cat warna.
-Tidak diperkenankan menggunakan tempelan kertas dan sejenisnya
-Jumlah warna bebas
Contact Person :
Fares : 081363009709
Yogi : 085274065665
B SEMINAR NASIONAL
1. Aspek Hukum dan Antisipasi Malpraktik bagi dokter
2. "Makna dzikir : mengungkap misteri di balik kedahsyatan Asmal husna"
C. WEST SUMATERA TOUR
Ke Pantai padang, Ngarai Sianok, lobang jepang, Jam Gadang, Pasar Wisata dan melewati Lembah Anai, Padang Panjang dan wisata kuliner.
or klik:
http://www.imsf2009fkunbrah.blogspot.com/
aisyahalmuwaffaqah mengatakan...
Ralat untuk panduan IMSF 2 UNBRAH:1. Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari 1 lomba2. Untuk panduan pembuatan SCMK (surat cinta menkes) maksimal 4 halaman.3. Untuk peserta LKTI IMSF wajib membuat artikel publikasi KTI. Untuk panduan pembuatan artikel publikasi, telah kami siapkan ( terdapat sebagai lampiran )4. Setiap peserta lomba dalam kategori apapun diberikan batas pengumpulan naskah lomba hingga tgl 10 september.
2009 Juni 23 21:14
===============
PANDUAN SELENGKAPNYA BISA DI DOWNLOAD DI:
http://www.4shared.com/file/126691281/3dc40eed/PEDOMAN_IMSF.html
http://www.4shared.com/file/126691280/4ac33e7b/Pedoman_Penulisan_Artikel_Jurnal_LKTI_2nd_IMSF.html
by: FKI-ISMA-UMM
Senin, 25 Mei 2009
Sharing sama Allah yuk

Oleh : syfArt
Ya Allah..Bila hamba bertemu dengan makhluk itu
Kamis, 21 Mei 2009
INDAHNYA HIDUP TANPA MEROKOK
Dengan kasih sayang Nya , insya Allah Tuhan mengabulkan do'a kami untuk saudara saudara ku yang tercinta yang masih susah berhenti dari merokok? Hidup hanya sebentar, wahai saudara saudara ku, marilah kita raih hidup yang sehat-indah danbahagia tanpa merokok?
Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Dia lah Allah Yang Menciptakan langit, bumi dan manusia. Dia lah Allah yang mengatur dan menjaga tubuh manusia, dan peredaran matahari dll.
Allah juga menurunkan kabar gembira dan peringatan kepada manusia, agar manusia dapat hidup sehat, bahagia, tentram,damai, harmonis, dan selamat di dunia akhirat.
Inilah peringatan2 Allah dalam Al Qur'an;
"Aku telah berikan banyak nikmat nikmat pada mu, kalau kamu pandai bersyukur dan mensyukuri segala pemberian Ku, Aku akan tambahkan lagi nikmat-nikmat (kesehatan,rezeki,kebahagian dan ketentraman dll) kepada Mu, tapi kalau kamu tidak pandai bersyukur tunggulah azab Ku yang pedih,baik didunia maupun di akhirat nanti.(Surat Ibrahim ayat 7 )"
"..berbuat kebaikan lah kamu sesama, sebagaimana Aku telah berbuat baik kepada mu, janganlah kamu berbuat merusak di muka bumi ini, sesungguhnya Aku tidak menyukai orang orang yang membuat kerusakan atau( menzolimi,menyakiti dirinya sendiri ) QS.28:77."
Keuntungaan keuntungan bagi orang orang yang berhenti dari merokok;
"dialah Allah Yang Maha Tahu, Maha Pencipta dan Maha memelihara tubuh manusia.."
Allah sangat menyayangi orang yang pandai mensyukuri pemberian Nya. Allah akan menambahkan nikmat nikmat kesehatan, rezeki,kebahagian, ketentraman dll kepadanya.
Dalam hubungan dengan manusia terutama keluarga sangat menyenangkan. Memberikan kebahagian tersendiri kepada keluarga.
Sel-Sel paru paru, kerongkongan dan mulut sangat terjaga kebersihannya dari keracunan dan kepanasan asap rokok.
Badan makin sehat, bergairah, mulutpun bersih, tidak berbau rokok. Teman teman berbicara pun senang.
Uang yang diberikan oleh Allah akan jauh lebih bermanfaat disedekahkan, dari pada membeli rokok lalu dibakar, nauzubillah..!
Udara atau oksigen disekeliling kita bersih, enak dan nyaman untukbernafas. Dada merasa ringan.
Bukan saja mendapat kebahagian di dunia, tapi juga Allah sudah menjanjikan mendapat pahala besar yang dicatat oleh Malaikat.
Indahnya hidup mengikuti perintah-larangan Allah Yang menciptakan tubuh kita,.Di dunia mendapat kebahagian dan di akhirat mendapat syurga pula, dijauhi dari azap api neraka. Janji Allah tidak pernah meleset.
Kerugian kerugian bagi orang yang merokok
Dialah Allah yang telah memberi peringatan2, tapi manusia lalai. marilah kita renungkan sejenak..!
Allah tidak sayang dan tidak menyukai orang yang merokok (QS.28:77) kenapa..?
Karena merokok dapat merusak cel cel paru paru,kerongkongan, mulut dan gigi. Semua ciptaan Allah yang sempuran,indah dan perlu dijaga baik.(sesungguhnya cel2 itu menjerit jerit kesakitan,..karena keracunan rokok yang panas, sayang kita tidak mendengar jeritan itu?)
Allah juga tidakmenyukai perbuatan yang mubazir. Merokok berarti membakar uang, tidak bermanfaat. Uang adalah karunia Tuhan.
Dalam hubungan dengan manusia, keluarga selalu merasa kewatir akan kesehatan suaminya
Makanan yang dihidang kurang merasa lezat, karena cel cel rasa dilidah sudah terganggu..!
Mengotori udara sekeliling, kesenangan orang terganggu, dan bahkan dapat menambah penderitaan bagi orang orang yang berpenyakit paru paru. Artinya menzolimi,..atau menyakiti orang lain,..!
Ikut memperbesar perusahaan rokok yang jelas jelas merusak / merugikan kesehatan masyarakat banyak. Para ahli kesehatan dunia sudah menyatakan bahwa racun rokok merusak cel2 paru2,kerongkongan dan mulut manusia.
Nikmat merokok adalah tipu daya setan, yang nikmatnya sebentara, tapi akan menderita lebih lama. Yang menderita bukan diri sendiri saja, tapi keluarga tercinta ikut menderita pula?! Marilah kita renungkan,..wahai saudara2 ku..!
Indah hidup tanpa merokok
Orang yang pandai mensyukuri pemberian Tuhan, hidupnya sangat sehat , bahagia, bermanfaat lagi produktif.Kenapa..? karena Allah menyayanginya, dan keluargapun menyayangi pula. Akhirnya kesuksesan dan kebahagian hidup yang akan diraihnya?
Lalu bagaimana dengan orang2 yang tidak pandai mensyukuri pemberian Tuhan,(paru2) dan kesehatan..? Allah akan memberikan azab yang pedih didunia ini yaitu penderitaan sakit paru2 yang lama, dan bahkan mendapat penyakit kanker paru2 dll.
Akhirnya sakit, uang habis untukberobat, keluarga ikut menderita pula, semua makanan yang enak sudah tidak dapat dinikmati lagi. Apalah artinya hidup ini,..wahai saudara ku sayang,..!! Setiap pekerjaan yang merusak ciptaan Tuhan adalah tipu daya setan belaka. Setan adalah musuh utama manusia yang mengajak kepada kesensaraan hidupsaja. Maka berhati hatilah pada ajakan setan. Marilah kita mulai sekarang untuk menciptakan cel cel paru paru kita yang cantik dan indah dengan berhenti dari merokok. Allah Maha sayang dan Maha Tahu segala galanya. Semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
Kita akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita selama ini dan setiap pemberian pemberian yang kita terima selama hidup .**
....memang berat berhenti dari merokok, tapi indah dan bahagianya hidup tanpa merokok?!! Semoga bemanfa'at, dan diredhoi Allah swt.
Wassalamu'alaikum wr. wb. Taufik Bey.